KERAJAAN ISLAM DI PULAU JAWA

HALO GUYS KITA AKAN MEMBAHAS TENTANG KERAJAAN ISLAM DI PULAU JAWA,KITA SIMAK CERITANYA

1.KERAJAAN DEMAK (1475-1554)
Kerajaan Demak ini merupakan kerajaan islam yang pertama di Pulau Jawa. Kerajaan ini muncul pada tahun 1500 M dan runtuh pada tahun 1550 M. Meski terbilang cukup singkat berdirinya (50 Tahun), kerajaan ini mempunyai peranan yang sangat penting. Dan sebagai pusat penyebaran agama Islam di Nusantara.
Raja pertama kerajaan Demak adalah Raden Patah, yang diberi gelar Sultan Alam Akbar Al-Patah. Raden Patah memerintah di Demak dari tahun 1500-1518 M. Menurut cerita, Raden Patah ini keturunan dari raja terakhir Majapahit, yaitu raja Brawijaya V.
Pada masa pemerintahan Raden Patah, Kerajaan Demak berkembang sangat pesat. Karena memiliki daerah pertanian yang sangat luas sekali. Daerah pertanian itu menghasilkan banyak bahan makanan, seperti padi, rempah-rempah dan lain-lain.
Selain itu, kerajaan Demak juga tumbuh sebagai kerajaan maritim, karena letaknya yang strategis dan menjadi jalur perdagangan anatara Maluku dan Malaka. Maka dari itu, kerajaan Demak disebut juga kerajaan yang agraris dan maritim.



Selama berdirinya, kerajaan Demak mengalami 5 kali pergantian kepemimpinan. Yakni Raden Patah sebagai pendiri kerajaan (1475-1518), Pati Unus (1518-1521), Trenggana (1521-1546), Sunan Prawata (1546-1549), dan Arya Penangsang (1549-1554).

Dari 5 raja tersebut, kerajaan Demak mengalami masa kejayaan saat di pimpin oleh Pati unus dan Sultan Trenggana. Dan masa keruntuhannya kerajaan demak saat dipimpin oleh Arya Penangsang. Karena beliau dibunuh oleh pemberontak kiriman Hadiwijaya (Jaka Tingkir).

2.KESULTANAN BANTEN (1524-1813
Kesultanan Banten merupakan kerajaan Islam di Jawa yang berdiri pada abad ke 16 sampai dengan 19 Masehi. Latar belakang berdirinya kerajaan ini, sebab adanya perluasan wilayah yang dilakukan oleh kerajaan Cirebon. Perluasan itu bertujuan untuk membangun sebuah pangkalan pertahanan maritim di barat wilayahnya.
Maulana Hasanuddin yang merupakan putra pertama dari Sunan Gunung Jati. beliau mempunyai peran yang sangat penting dalam penaklukan kawasan Banten. Keberhasilan penaklukan kawasan ini dibuktikan dengan berdirinya Benteng Surosowan. Yang sampai saat ini wujudnya masih dapat dilihat sebagai salah satu peninggalan kerajaan Banten.
Pada awalnya kawasan Banten ini dikenal dengan nama Banten Girang, yang merupakan bagian dari kerajaan Sunda. Kawasan tersebut selain sebagai perluasan wilayah juga untuk penyebaran dakwah Islam.
Pada tahun 1596, orang-orang Belanda datang ke Banten untuk yang pertama kalinya. Saat itu terjadilah perkenalan dan transaksi berdagang antara orang-orang Belanda dan para pedagang Banten.
Tapi, kelama-lamaan orang-orang Belanda bersikap angkuh dan sombong, bahkan mulai menimbulkan permasalahan di daerah Banten. Oleh karena itu, orang-orang Banten menolak bertransaksi dan mengusir orang-orang Belanda.



Pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa, Daerah Banten terus mengalami kemajuan. Lokasi Banten yang strategis mempercepat perkembangan dan kemajuan ekonomi di Banten. Kehidupan sosial dan budaya juga mengalami kemajuan.

Secara politik pemerintahan Banten juga semakin kuat. Perluasan wilayah kekuasaan terus dilakukan sampai daerah yang pernah dikuasai Kerajaan Pajajaran. Masyrakat umum pada saat itu sudah memeluk agama Islam. Namun sebagian ada yang masuk kepedalaman Banten Selatan dan menolak untuk memeluk agama Islam.

3.KESULTANAN CIREBON (1430-1666)
Kerajaan Cirebon merupakan kerajaan Islam di Jawa yang berdiri pada abad ke 15 sampai dengan 16 Masehi. Kerajaan ini terletak di Pantai Utara Jawa (Pantura) dan menjadi daerah pembatas pelayaran antara daerah-daerah pelabuhan di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Kerajaan Cirebon juga diyakini memegang peran yang sangat penting bagi penyebaran Islam di Jawa. Bukti pertamanya adalah kerajaan ini pernah di pimpin oleh Sunan Gunung Jati sebagai Sultan Cirebon II.

4.KESULTANAN PAJANG (1568-1618)
Kerajaan Pajang merupakan kerajaan Islam di Jawa Tengah, yang menjadi penerus dari kerajaan Demak. Setelah kematian Sultan Trenggana, kerajaan Demak kemudian runtuh. Kerajaan Pajang berdiri di pedalaman wilayah Jawa Tengah, setelah runtuhnya kerajaan Demak.
Daerah pajang zaman dahulu adalah daerah bawahan kerajaan Demak, yang dipimpin oleh Ki Ageng Penging. Karena dahulu Ki Ageng Penging mengikuti pemberontakan kepemimpinan Pati Unus, dan beliau di hukum mati.
Tapi, putranya yang bergelar Jaka Tingkir ini justru mengabdi kepada kerajaan Demak. Karena Jaka Tingkir prestasinya baik, dia di serahi kekuasaan daerah Pajang, Surakarta. Bahkan, dia diangkat menantu oleh Sultan Trenggana.
Setelah Jaka Tingkir wafat, kepemimpinanya dilanjutkan oleh Arya Pangiri. Beliau bukan anak kandung dari Jaka Tingkir. Anakaya kandung Jaka Tingkir yaitu Pangeran Benowo saat masih kecil diangkat menjadi Adipati.
Namun, dia tidak menerima diangkat menjadi Adipati, sehingga menimbulkan kekacauan pada kerajaan Pajang.




Pangeran Benowo kemudian bersekutu dengan Sutawijaya (raja pertama Mataram) untuk menggulingkan pemerintahan Arya Pangiri.

Usaha untuk menggulingkan pemerintah Arya Pangiri pun berhasil. Dan Pangeran Benowo diangkat menjadi Sultan Pajang. Tapi, Sutawijaya yang membantunya meminta pengakuan penguasa Pajang berada di wilayah kekuasaan Mataram Islam.

5.KESULTANAN MATARAM (1586-1755)
Kesultanan Mataram adalah kerajaan Islam di Jawa Tengah yang berdiri pada abad ke 17 M. Raja pertamanya adalah Sutawijaya, Putra dari Ki Ageng Pemanahan. Pada masa kejayaannya, kerajaan Mataram ini pernah menyatukan tanah Pulau Jawa.

Kerajaan tersebut berbasisi pada bidang pertanian, dan menguasai di Jawa. Kerajaan ini juga pernah memerangi VOC di Batavia. Peninggalan-peninggalan yang masih bisa dijumpai adalah Kampung Matraman, sistem persawahan di Pantura (Pantai Utara Jawa), penggunaan Hanacaraka dalam bahasa sunda,dll

6. Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kasunan Surakarta Hadiningrat (1755-Sekarang)
Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kasunan Surakarta Hadiningrat merupakan bagian dari kerajaan Mataram Islam yang terpecah menjadi dua. Dua kerajaan Islam di Jawa ini berdiri dari tahun 1755 sampai sekarang ini.



Kedua kerajaan ini berdiri sebagai negara dependen yang berbentuk kerajaan. Dan dibawah dari kekuasaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Wilayah kedua kerajaan ini dahulunya adalah kekuasaan Mataram yang runtuh akibat dari perebutan kekuasaan Nah, itulah penjelasan singkat mengenai Kerajaan Islam di Jawa. Semoga setelah membaca artike ini, kalian sudah mengetahui sejarah, peninggalan, pemerintahannya. dan bisa menambah pengetahuan anda semua, semoga bermanfaat dan  mohon maaf klo ada salah kata atau salah tulis yah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KERATON KASEPUHAN 2017

CARA MEMBUKA MATA BATIN DENGAN MUDAH

khasiat kayu secang